Kuantitas permintaan cenderung turun ketika harga naik karena dua alasan dasar :
1. Efek substitusi. Naiknya harga suatu produk akan mengakibatkan konsumen mencari substitusi yang harganya tidak naik. Misalnya saja, harga telur bebek naik, maka dapat diganti dengan telur ayam. (Produk substitusi adalah produk-produk yang memiliki fungsi sama/serupa).
2. Efek pendapatan. Apabila harga naik sementara pendapatan konsumen tidak berubah, maka daya beli riil konsumen tersebut berkurang.
Kuantitas yang diminta semua individu pada setiap tingkat harga dapat dijumlahkan untuk memperoleh permintaan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Referensi:
Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
www.google.com
Rabu, 24 Maret 2010
PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Permintaan merupakan skedul atau kurva atau fungsi yang menunjukkan jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga barang itu sendiri. Perilaku permintaan konsumen tunduk pada apabila harga suatu barang naik maka jumlah yang diminta konsumen bertambah dan sebaliknya apabila harganya turun maka jumlah yang diminta berkurang.
Permintaan mencerminkan perilaku konsumen dalam membeli barang atau jasa tertentu. Sedangkan penawaran mencerminkan perilaku produsen dalam menjual barang atau jasa tertentu. Permintaan dan penawaran bersama-sama akan membentuk pasar.
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
Pengertian/Definisi dari Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di Pasar Minggu yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar.
Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Hukum permintaan berbunyi, “Apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah yang diminta konsumen akan bertambah”.
Pengertian permintaan haruslah didasari asumsi bahwa faktor-faktor selain harga yang juga ikut menentukan jumlah yang diminta konsumen tidak berubah (caterius paribus).
Contoh : harga gula naik misalnya dari Rp.7.500,- menjadi Rp.9.000,- per kilogramnya, kemungkinan jumlah gula yang diminta akan tetap atau bahkan naik ketika pendapat konsumen meningkat.
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Referensi:
organisasi.org/pengertian-permintaan-dan-penawaran
http://tugassekolahonline.blogspot.com/2009/08/permintaan-penawaran-dan keseimbangan.html
Permintaan mencerminkan perilaku konsumen dalam membeli barang atau jasa tertentu. Sedangkan penawaran mencerminkan perilaku produsen dalam menjual barang atau jasa tertentu. Permintaan dan penawaran bersama-sama akan membentuk pasar.
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
Pengertian/Definisi dari Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di Pasar Minggu yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar.
Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Hukum permintaan berbunyi, “Apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah yang diminta konsumen akan bertambah”.
Pengertian permintaan haruslah didasari asumsi bahwa faktor-faktor selain harga yang juga ikut menentukan jumlah yang diminta konsumen tidak berubah (caterius paribus).
Contoh : harga gula naik misalnya dari Rp.7.500,- menjadi Rp.9.000,- per kilogramnya, kemungkinan jumlah gula yang diminta akan tetap atau bahkan naik ketika pendapat konsumen meningkat.
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Referensi:
organisasi.org/pengertian-permintaan-dan-penawaran
http://tugassekolahonline.blogspot.com/2009/08/permintaan-penawaran-dan keseimbangan.html
Senin, 22 Maret 2010
DESKRIMINASI TERHADAP KAUM MINORITAS MERUPAKAN MASALAH AKTUAL DI KALANGAN MASYARAKAT INDONESIA
Menurut Theodorson & Theodorson, (1979: 115-116): Diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang terhadap perorangan, atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorikal, atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, kesukubangsaan, agama, atau keanggotaan kelas-kelas sosial.
Di Indonesia masalah SARA masih sering menjadi topik permasalahan yang sering diungkit-ungkit menjadi masalah penyebab kekacauan di berbagai daerah. Yang merasa lebih besar dan lebih banyak menindas yang sedikit, dan yang sedikit tidak mau kalah. Kaum mayoritas dan minoritas itu adalah dua kelompok yang sudah tidak asing lagi kedengarannya. Kedua kaum itu hidup berdampingan tetapi ada masalah yang sangat rentan diantara keduanya, yang jika sedikit saja menyulut masalah kecil, maka dapat berubah menjadi konflik yang sangat menggemparkan.
Misalnya masalah agama, di Indonesia yang menjadi mayoritas ialah muslim dan yang menjadi minoritasnya ialah agama nasrani, hindu, budha. Sementara dalam kesukubangsaan di Indonesia yang sering menjadi topik deskriminasi adalah bangsa China. Banyak hal yang dibeda-bedakan untuk orang China yang tinggal di Indonesia. Seperti halnya mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan menjadi pegawai negri, sulit untuk diterima di universitas negri dan sekolah-sekolah negri, padahal mereka sudah menjadi Warga Negara Indonesia. Dan kadang kaum Chinese hanya dimanfaatkan dalam hal materi, karena mereka dapat menjadi sponsor yang besar.
Hal ini seharusnya tidak terjadi lagi, karena dalam masa reformasi ini telah
diadakan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, serta oleh pemerintahan sejak masa Presiden Habibie, Gus Dur, hingga Megawati telah dikeluarkan beberapa Inpres yang menghapuskan peraturan-peraturan pemerintah sebelumnya khususnya ORDE BARU yang bersifat diskriminatif terhadap kebudayaan minoritas, dalam arti adat istiadat, agama dari beberapa suku bangsa minoritas di tanah air. Mengapa hal demikian dapat terjadi terus, seakan-akan rakyat kita sudah tak patuh lagi dengan hukum yang berlaku di negara kita.
Seharusnya masyarakat Indonesia harus lebih bisa menghargai kaum minoritas, dan tidak lagi membeda-bedakan. Karena kita semua adalah satu, kita adalah Bangsa Indonesia. Kita harus hidup rukun untuk menciptakan Indonesia yang maju untuk membuktikan di mata dunia bahwa Indonesia bukan negara yang mudah dipecah belah. Jangan ada lagi deskriminasi sosial yang dapat memisahkan kita satu dengann yang lainnya.
Referensi :
- A Modern Dictionary of Sociology, Theodorson, George A, and Achilles G. Theodorson
- Deskriminasi Terhadap Minoritas Masih Merupakan Masalah Aktual Di Indonesia Sehingga Perlu Ditanggulangi Segera, Prof. Dr. James.D, MA
Di Indonesia masalah SARA masih sering menjadi topik permasalahan yang sering diungkit-ungkit menjadi masalah penyebab kekacauan di berbagai daerah. Yang merasa lebih besar dan lebih banyak menindas yang sedikit, dan yang sedikit tidak mau kalah. Kaum mayoritas dan minoritas itu adalah dua kelompok yang sudah tidak asing lagi kedengarannya. Kedua kaum itu hidup berdampingan tetapi ada masalah yang sangat rentan diantara keduanya, yang jika sedikit saja menyulut masalah kecil, maka dapat berubah menjadi konflik yang sangat menggemparkan.
Misalnya masalah agama, di Indonesia yang menjadi mayoritas ialah muslim dan yang menjadi minoritasnya ialah agama nasrani, hindu, budha. Sementara dalam kesukubangsaan di Indonesia yang sering menjadi topik deskriminasi adalah bangsa China. Banyak hal yang dibeda-bedakan untuk orang China yang tinggal di Indonesia. Seperti halnya mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan menjadi pegawai negri, sulit untuk diterima di universitas negri dan sekolah-sekolah negri, padahal mereka sudah menjadi Warga Negara Indonesia. Dan kadang kaum Chinese hanya dimanfaatkan dalam hal materi, karena mereka dapat menjadi sponsor yang besar.
Hal ini seharusnya tidak terjadi lagi, karena dalam masa reformasi ini telah
diadakan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, serta oleh pemerintahan sejak masa Presiden Habibie, Gus Dur, hingga Megawati telah dikeluarkan beberapa Inpres yang menghapuskan peraturan-peraturan pemerintah sebelumnya khususnya ORDE BARU yang bersifat diskriminatif terhadap kebudayaan minoritas, dalam arti adat istiadat, agama dari beberapa suku bangsa minoritas di tanah air. Mengapa hal demikian dapat terjadi terus, seakan-akan rakyat kita sudah tak patuh lagi dengan hukum yang berlaku di negara kita.
Seharusnya masyarakat Indonesia harus lebih bisa menghargai kaum minoritas, dan tidak lagi membeda-bedakan. Karena kita semua adalah satu, kita adalah Bangsa Indonesia. Kita harus hidup rukun untuk menciptakan Indonesia yang maju untuk membuktikan di mata dunia bahwa Indonesia bukan negara yang mudah dipecah belah. Jangan ada lagi deskriminasi sosial yang dapat memisahkan kita satu dengann yang lainnya.
Referensi :
- A Modern Dictionary of Sociology, Theodorson, George A, and Achilles G. Theodorson
- Deskriminasi Terhadap Minoritas Masih Merupakan Masalah Aktual Di Indonesia Sehingga Perlu Ditanggulangi Segera, Prof. Dr. James.D, MA
PERILAKU KONSUMEN
Studi tentang perilaku konsumen merupakan dasar yang penting untuk pemasaran. Pemahaman terhadap perilaku konsumen harus ditempatkan dalam konteks paradigma pemasaran yang kini berlaku, yaitu paradigma pemasaran digerakkan pasar (market-driver). Oleh karena itu perlu dipahami juga lingkungan kompetitif yang dapat dipilah ke dalam lima kekuatan kompetitif dalam industri sebagaimana dikemukakan oleh Porter. Perilaku konsumen dimaknai sebagai proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang:
1. Pendekatan Kardinal
2. Pendekatan Ordinal
Sehingga menimbulkan asumsi bahwa, konsumen bersikap rasional : dengan anggaran yang tersedia, konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan totalnya dari barang yang dikonsumsinya.
Asumsi Pendekatan Kardinal:
a. Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat di ukur dengan satuan kepuasan (misalnya mata uang).
b. Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.
c. Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi disebut kepuasan marginal (marginal Utility).
d. Berlaku hokum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility) yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
Asumsi Pendekatan Ordinal:
a. Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
b. Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relative).
c. Tingkay kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yang menunjukkna tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).
Ciri-Ciri Kurva Indiferens:
1. Mempunyai kemiringan yang negative (konsumen akan mengurangi konsumsi barang yang satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi).
2. Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution).
3. Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda.
Referensi:
www.bookpedia.com
http://www.scribd.com/TEORI-PERILAKU-KONSUMEN/
Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang:
1. Pendekatan Kardinal
2. Pendekatan Ordinal
Sehingga menimbulkan asumsi bahwa, konsumen bersikap rasional : dengan anggaran yang tersedia, konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan totalnya dari barang yang dikonsumsinya.
Asumsi Pendekatan Kardinal:
a. Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat di ukur dengan satuan kepuasan (misalnya mata uang).
b. Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.
c. Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi disebut kepuasan marginal (marginal Utility).
d. Berlaku hokum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility) yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
Asumsi Pendekatan Ordinal:
a. Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
b. Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relative).
c. Tingkay kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yang menunjukkna tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).
Ciri-Ciri Kurva Indiferens:
1. Mempunyai kemiringan yang negative (konsumen akan mengurangi konsumsi barang yang satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi).
2. Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution).
3. Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda.
Referensi:
www.bookpedia.com
http://www.scribd.com/TEORI-PERILAKU-KONSUMEN/
Sabtu, 20 Februari 2010
SISTEM EKONOMI TRADISIONAL
Pengertian dari sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisioanal
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
4. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam tulisan ini, yang saya ingin bahas ialah Sistem Ekonomi Tradisional.
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah:
1. masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan
2. tanah merupakan sumber kehidupan
3. belum mengenal adanya pembagian kerja
4. pertukaran secara barter
5. tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
Referensi:
www.google.com
www.v-class.gunadarma.ac.id
Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisioanal
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
4. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam tulisan ini, yang saya ingin bahas ialah Sistem Ekonomi Tradisional.
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah:
1. masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan
2. tanah merupakan sumber kehidupan
3. belum mengenal adanya pembagian kerja
4. pertukaran secara barter
5. tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
Referensi:
www.google.com
www.v-class.gunadarma.ac.id
SISTEM EKONOMI SYARIAH
Ada tiga sistem ekonomi yang ada di muka bumi ini yaitu Kapitalis, sosialis dan Mix Economic. Sistem ekonomi tersebut merupakan sistem ekonomi yang berkembang berdasarkan pemikiran barat. Selain itu, tidak ada diantara sistem ekonomi yang ada secara penuh berhasil diterapkan dalam perekonomian di banyak negara. Sistem ekonomi sosialis atau komando hancur dengan bubarnya Uni Soviet. Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang sahih. Tetapi ternyata, sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk, karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya.
Dengan kata lain, kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.
Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist, yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut, saat ini sedang dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia.
Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada.
Sistem ekonomi syariah mempunyai paradigma bahwa, segala sesuatu yang ada dan kegiatan yang dilakukan harus didasarkan pada Al Qur’an dan Hadist atau syariah Islam. Dalam kegiatan ekonomi, dasar yang digunakan adalah bahwa, sebagai umat Muslim setiap orang mempunyai kewajiban untuk melakukan semua aktivitas sesuai dengan ajaran Islam. Filosofi yang diterapkan yaitu bahwa, semua manusia adalah makhluk Allah, karenanya harus selalu mengabdi kepada-Nya. Semua aktivitas yang dilakukan termasuk aktivitas ekonomi merupakan ibadah kepada Allah.
Referensi : www.google.com
Dengan kata lain, kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.
Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negara muslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomi syariah. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist, yaitu sistem ekonomi Syariah yang telah berhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di Zazirah Arab. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut, saat ini sedang dikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk di Indonesia.
Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada.
Sistem ekonomi syariah mempunyai paradigma bahwa, segala sesuatu yang ada dan kegiatan yang dilakukan harus didasarkan pada Al Qur’an dan Hadist atau syariah Islam. Dalam kegiatan ekonomi, dasar yang digunakan adalah bahwa, sebagai umat Muslim setiap orang mempunyai kewajiban untuk melakukan semua aktivitas sesuai dengan ajaran Islam. Filosofi yang diterapkan yaitu bahwa, semua manusia adalah makhluk Allah, karenanya harus selalu mengabdi kepada-Nya. Semua aktivitas yang dilakukan termasuk aktivitas ekonomi merupakan ibadah kepada Allah.
Referensi : www.google.com
Rabu, 06 Januari 2010
Kenapa Sakit Hati Itu Ada????
Pasti semua orang pernah ngerasain sakit hati kan? Termasuk yang lagi baca blog ini... Sakit hati itu bisa dateng dari orang tua,,adik,,kakak,,temen,,guru,,dosen,,dan pastinya yang paling sering bikin kita sakit hati itu pacar ato mungkin orang yang lagi ada di hati.......
Hupf... bete banget pasti kalo udah dikecewain sama “seseorang” itu!! Rasanya pingin nimpuk aja pake sepatu eh jangan ding,,sayang sepatunya.. Ntar ke kampus pake sendal jepit lagi haha...
Sakit hati itu bisa dateng karena pikiran sama hati kita terlalu dalam menyikapi sesuatu itu.. Ga ada yang salah koq sama sakit hati,,asal kita juga jangan terlalu berlarut-laut memikirkan itu... Masih banyak hal lain yang lebih penting dari pada hanya meratapi si sakit hati itu...
Nih ada beberapa tips untuk bisa menghindar dari sakit hati :
- Banyak-banyak berdoa.
Kadang kita suka bingung pingin cerita sama siapa ya yang bisa jaga rahasia? Curhat aja sama Tuhan apa yang dirasain,,minta jalan keluar yang terbaik,,bukan menurut kita tapi menurut Tuhan.
- Alihin aja ke hobi kita.
Dari pada kita marah-marah ato nangis tersedu-sedu mrndingan salurin aja ke hobi atau hal positif lainnya yang bisa mengalihkan pikiran kita.
- Sabar,,kasih kesempatan waktu buat nyelesaian.
Kadang kalo kita lagi emosi suka mengambil keputusan secara terburu-buru,,jangan sampe emosi yang nguasain kita tapi kita harus bisa nguasain emosi.
- Lihat ke depan.
- Di depan tuh masih ada banyak banget hal baru yang belum kita tahu,,Tuhan pasti udah persiapin yang terbaik buat kita... Jadi jangan takut melangkah!!!
Hupf... bete banget pasti kalo udah dikecewain sama “seseorang” itu!! Rasanya pingin nimpuk aja pake sepatu eh jangan ding,,sayang sepatunya.. Ntar ke kampus pake sendal jepit lagi haha...
Sakit hati itu bisa dateng karena pikiran sama hati kita terlalu dalam menyikapi sesuatu itu.. Ga ada yang salah koq sama sakit hati,,asal kita juga jangan terlalu berlarut-laut memikirkan itu... Masih banyak hal lain yang lebih penting dari pada hanya meratapi si sakit hati itu...
Nih ada beberapa tips untuk bisa menghindar dari sakit hati :
- Banyak-banyak berdoa.
Kadang kita suka bingung pingin cerita sama siapa ya yang bisa jaga rahasia? Curhat aja sama Tuhan apa yang dirasain,,minta jalan keluar yang terbaik,,bukan menurut kita tapi menurut Tuhan.
- Alihin aja ke hobi kita.
Dari pada kita marah-marah ato nangis tersedu-sedu mrndingan salurin aja ke hobi atau hal positif lainnya yang bisa mengalihkan pikiran kita.
- Sabar,,kasih kesempatan waktu buat nyelesaian.
Kadang kalo kita lagi emosi suka mengambil keputusan secara terburu-buru,,jangan sampe emosi yang nguasain kita tapi kita harus bisa nguasain emosi.
- Lihat ke depan.
- Di depan tuh masih ada banyak banget hal baru yang belum kita tahu,,Tuhan pasti udah persiapin yang terbaik buat kita... Jadi jangan takut melangkah!!!

